Amalan Ringan Seperti Apa yang Pahalanya
Mengalir Sampai Hari Kiamat?
Amalan Ringan Seperti
Apa yang Pahalanya Mengalir Sampai Hari Kiamat?
Berikut ini adalah
bacaan tasbih yang mempunyai pahala luar biasa. Sebelumnya, akan diterangkan
dalam artikel ini tentang tugas dari para malaikat yang membaca tasbih. Hal ini
penting untuk kita ketahui sebagai bahan renungan kepada kita semua betapa agungnya
tugas makhluk Allah yang satu ini. Apa yang disajikan dalam artikel berikut ini
adalah berdasarkan keterangan dari kitab ZubdatulWa’idin. Semoga hal ini
menjadikan kita semakin beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dan semoga
hal ini akan membuat kita semakin semangat untuk senantiasa bertasbih kepada
Allah, karena sungguh pahala yang didapatkan dari bertasbih sangat luar biasa
ganjarannya di sisi Allah. Oleh karenanya sangat rugi bagi siapa saja yang
tidak melakukan amalan berikut ini.
Dan mudah-mudahan
para pembaca mau membagikan artikel ini kepada kolega, sanak famili, dan para
kerabat, agar mereka juga mengamalkan bacaan tasbih berikut ini. Hal ini
dikarenakan seperti yang Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam sabdakan bahwa
barangsiapa yang mengajak seseorang untuk berbuat suatu kebaikan lalu dia
melakukannya, maka pahala kebaikan yang dilakukan orang tersebut akan mengalir
kepada orang yang mengajaknya berbuat kebaikan, tanpa mengurangi pahala dari
orang yang berbuat kebaikan tersebut.
Malaikat Yang
Senantiasa Bertasbih
Langit yang berada di
atas kepala kita ini terdiri dari berbagai tingkatan-tingkatan. Dalam sebuah
hadits sahih diungkapkan bahwa langit ini terdiri dari tujuh tingkatan. Di
setiap langit ada malaikat-malaikat yang senantiasa beribadah kepada Allah
subhanahu wa ta’ala dengan membaca tasbih, bersujud, rukuk, mengangungkan
Allah, dan sebagainya. Keterangan yang memperkuat sekaligus membenarkan
terhadap keberadaan malaiakt yang memiliki tugas semata-mata untuk membaca
tasbih adalah sebagaimana yang diceritakan dalam kisah Isra’ Mi’raj Nabi
Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam.
Ketika malam Isra’
Mi’raj, Rasulullah menyaksikan sebuah lautan yang luasnya tidak ada yang
mengetahuinya selain Allah subhanahu wa ta’ala. Di tepi laut itu, tedapat
malaikat berbentuk burung. Malaikat ini mempunyai tujuh puluh sayap. Ketika ada
seorang hamba Allah yang membaca “Subhaanallaah”, maka burung itu akan bergerak
dan beranjak dari tempatnya.
Jika diteruskan
dengan membaca Alhamdulillaah, maka sayapnya akan dibentangkan sedemikian rupa.
Dan kalau hamba tersebut melanjutkan lagi dengan membaca Laa ilaaha illallaah,
maka sang malaikat yang berbentuk burung itu akan terbang.
Dan kalau sang hamba
meneruskan lagi bacaannya hingga sampai ke kalimat Allaahu Akbar, maka sang
burung akan terjun ke dalam lautan. Dan apabila hamba tersebut terus
melanjutkan bacaannya sampai kalimat laa haula walaa quwwata illaa billaahil
‘aliyyil ‘azhiim, maka sang burung akan keluar dari kedalaman laut, lalu
mengibas-ngibaskan (menggerak-gerakkan) sayapnya sehingga meneteskan air
sejumlah tidak kurang dari tujuh puluh ribu tetesan air pada setiap sayapnya.
Dan dari masing-masing tetes air itu, maka Allah akan menciptakan seorang
malaikat yang memiliki tugas hanya untuk bertasbih, bertahlil, dan beristighfar
untuk pembacanya hingga datangnya hari kiamat (Hal ini terdapat dalam
kitabZubdatul Wa’idin). (lampuislam)

Tidak ada komentar: